Thursday

Eccedentesiast

nafas rindu bersenandung dalam hening. lentera padam oleh udara. dinding dinding tak bernyawa. sepi yang tersesat melayang layang. ratusan meteor menyerbu di balik retina. magnet berhamburan saling menarik ke saraf otak.
tanpa lampu itu indah. tenggelam ke dalam mimpi. menari di atas panggung ballerina. jangan hentikan aku. jangan pernah katakan ini mimpi. jangan biarkan pagi merangkak. aku suka...

Sunday

Palsu

hujan menyisakan embun dikaca. menyambut sore layu diantara alang alang. ambigu. layar mati tanpa warna masih setia memberi keteduhan.
alih alih angin bersiul di puncak cemara, seakan berbisik bahwa hari ini palsu. jubah-jubah semu saling bersembunyi dibalik keramahan cinta. hanya kursi taman yang kosong tersenyum hambar. ah... andaikan aku kuas kanvas. akan ku lukis cakrawala di atasnya...